Makna di di setiap kesibukan yang kau jalani

Semester 4 telah berlalu. Semuanya telah berjalan dan berbgai hal telah dijalani. Selalu ada sensasi rasa tersendiri saat semester itu berakhir. Senang, sedih, kecewa, marah, menyesal dan perasaan  lain yang berkecamuk.

 

Kelelahan itu pasti akan menghampiri kita, tak pernah tidak,

Kesibukan apa lagi, pasti takkan pernah berhenti untuk menghampiri kehidupan

Saat berlelah-lelah dalam kesibukan saat itulah kita akan dapat menikmati dan menyadari tentang sesuatu hal yang kita jalani, karena akan ada hal yang menarik tentang pertanyaan-pertanyaan yang sempat membuat kita penasaran hingga akhirnya rasa penasaran itu terjawab,…

Dan kesibukan itu lah yang membuat kita bertahan dan berpikir untuk takkan pernah berhenti di tengah perjalanan…

 

 

Masihkah kalian ingat tentang pelajaran kimia dulu? Ketika kita berinteraksi dengan unsur-unsur kimia yang begitu menarik, tentang begitu banyak rantai-rantai ikatan yang begitu panjang ataupun tentang begitu banyak reaksi-reaksi kimia yang ajaib dan membuat kita takjub melihatnya. Dulu aku teramat penasaran dengan hal itu. Ada pertanyaan-pertanyaan yang sempat tak terjawab dan membuat rasa penasaran di hati ini.

Aku teringat oleh seorang guruku, guru kimiaku. Bu Kurnia namanya. Badannya kecil, umurnya mungkin sudah paruh baya. Mengenai rentang usianya, aku kagum terhadapnya. Beliau begitu sabar dan telalten mengajariku saat di SMA. Dengan semangatnya yang membara, dengan kelemahlembutannya yang beliau tampilkan. Beliau begitu antusias dengan berbagai reaksi kimia yang menakjubkan, mengahsilkan warna-warni indah.

Aku selalu ingat bahwa beliau selalu berkata “ Cah larutan ini jika direaksikan, warnanya jadi kuning baguuuuus sekali”. Ya. Walau aku tak begitu mengingat bagaimana logatnya, namun beliau selalu berkata nitu dengan wajah kebahagiaan seakan itu merupakan sesuatu yang sangat indah.

Aku belajar banyak hal. Dan di sini ternyata aku banyak membuktikan hal itu. Sayang aku tak pernah mengingatnya dengan sempurna akan hal itu. Aku tersadar ketika aku disibukkan oleh berbagai praktikum yang ternyata cukup melelahkan, ketika aku harus berinteraksi dengan begitu banyak zat kimia yang membuatku pusing atau titrasi yang menghasilkan warna dalam beberapa saat direaksikan.

Rutinitas itu membuatku jenuh dan stress. Tapi ternyata di balik itu semua ada pertanyaan yang  sempat tak terjawab selama ini dan membuatku penasaran, kini terjawab. dan ternyata Allah itu memang selalu punya makna tentang apa yang kita jalani. ketika aku disibukkan oleh praktikum ini, tentang titrasi dan reaksi warna aku teringat Bu Kurnia yang selalu berbicara akan hal di atas. Menarik. Menyenangkan. Mengasyikkan.

 

Aku tak bermaksud untuk membuatmu pusing dengan membaca tulisan ini. pusing untuk mengetahui dan mengingat reaksi warna yang seperti apa, bagaimana titrasi itu, dan lain sebagainya. Aku hanya ingin share pada kalian bahwa sesungguhnya ketika kalian telah lelah atau berputus asa dengan rutinitas yang kalian jalani, pasti Allah akan mengingatkan kita, membiarkan kita untuk menemukan sesuatu yang ternyata memang indah untuk rencanaNya.

 

Yang aku tahu kini, siapapun kalian dan di manapun, aku yakin, kalianpun sedang merangkai mimpi-mimpi kalian Meniti setiap perjalanan untuk mengejar impian masa depan kalian. Dan kini aku dan kalian bersama-sama untuk merajut helai demi helai asa dan impian dan memintalnya hingga menjadi sebuah kain kesuksesan masa depan kalian.

 

Dan yang pasti percayalah kawan, jalan yang kau tempuh hari ini adalah jalan yang juga kan kau tempuh esok hari  dengan skenario indah yang telah dirancang dengan sangat detail oleh Allah SWT.

 

Gambar

Mau Jantung Sehat? Berpetualanglah dan “Live is Never Flat”

Live is never flat..

Begitulah kata iklan sebuah produk snack atau makanan ringan berbahan dasar kentang, “Chitato”

Atau Live is an adventure. Demikian kata sebuah iklan juga, tepatnya sebuah iklan susu yang diperuntukkan anak-anak kecil.

Merasa hidupmu datar-datar saja, begitu-begitu saja, lurus saja. Sesungguhnya setiap hari kita melewati sesuatu yang berbeda, jadi hidup kita tak demikian begitu datarnya. Kenapa hidupmu datar-datar saja atau bahkan parahnya senang tidak, sedihpun tidak. Tenang. Hidupmu takkan pernah flat, seflat atau sedatar lempengan papan persegi ataupun triplek. Karena masih ada banyak tantangan di dunia ini dalam hidupmu yang akan mengahdirkan berjuta sensasi rasa tak terlupakan.

Lalu tahukan kau, mengapa aku menuliskan tentang hidup yang datar? Karena ritme kehidupan itu ada hubungannya dengan daya tahan jantung atau lebih tepatnya variabilitas detak  jantung. Mengapa demikian?

Seorang dokter bernama Myriam Horsten. Bertahun-tahun menekuni bidang khusus kesehatan jantung.  Dan bertahu-tahun ia harus berduka menyaksikan pasiennya yang kehilangan nyawa. Tapi ada yang menarik perhatiannya. Daya tahan terhadap jantung ternyata tidak berhubungan langsung dengan pola makan. Gaya hidup bahkan tingkat tekanan ketika mereka menghadapi persoalan dalam kehidupan bermasyarakat.

Rasa penasaran itupun, akhirnya dibuktikan oleh Myriam Horsten dalam sebuah penelitiannya. Ia bersama dengan koleganya di Karolinska Institute di Stockholm mengukur detak jantung 300 wanita sehat selama periode 24 jam. Penelitian juga dilakukan terhadap teman-teman para wanita itu dan seberapa besar tigkat kemarahan atau depresi mereka. Horsten dan timnya tertarik pada  “variabilitas detak jantung” yaitu suatu tolak ukur untuk mengetahui perubahan detak jantungyang terjadi di sepanjang periode satu hari normal. Orang yang sehat,  panjang umur dan hidupnya bahgia memiliki rentang variabilitas detak jantung yang lebar sepanjang periode 24 jam. Sebaliknya dengan orang yang memiliki variabilitas detak jantung yang sempit, ia akan beruur pendek dan memiliki resiko penyakit janting.

Dari hasil studi ini membuktikan bahwa orang yang sering hidup menyendiri dengan tenteram, jarang menghadapi persoalan hidup yang pelik dan menjalani hari-harinya dengan kemapanan dan nyaris tanpa gejolak justru meiliki variabilitas detak jantung yang sempit. Dengan begitu artinya daya tahan jantung orang tersebut lemah.

Tentulah sangat jelas bahwa orang-orang dengan berbagai aktifitas da banyak terhubung dengan sesama manusia dalam sehari , mengalami berbagai guncangan emosi; tertawa, bersemangat, bergairah, tapi juga marah. Frustasi, relaksasi, sedih, tegang, tersenyum, takut, cemas, optimis dan tercerahkan. Kesemua ini tentulah sangat dipengaruhi oleh berbagai hormon, terutama adalah adrenaline yang tentu saja akan mengatur ritme jantung.

Lalu pasti kau akan bertanya, “Bukankah justru jantung akan bekerja keras?” jawabnya adalah ya. “dan jika ia bekerjakeras, bukankanh ia menjadi lebih mudah sakit?” jawabannya justru sebaliknya. Myriam Horsten berkata bahwa jantung yang dalam kondisi seperti itu adalah jantung yang berolahraga. Jantung ini menjadi terlatih dan kuat dan merupakan jantung yang sehat dan kuat. Dan tentu saja seperti paparan di atas orang yang lebih senang menyendiri dan kurang berinteraksi sosial akan memiliki jantung yang lemah dan beresiko terhadap serangan jantung

Lalu bagaimana caranya agar jantung menjadi sehat? “Gampang. Perbanyaklah hubungan antar sesama manusia, perbanyak getar-getar emosi bersama mereka, lakukan hal-hal yang variatif dalam kehidupan dan cobalah tantangan-tantangan baru”, kata Myriam Horsten

Ya. begitulah seharusnya hidup. Penuh lika-liku. Penuh dengan sensasi berbagai rasa menakjubkan. Penuh dengan getar-getar emosi jiwa.

So teruntukmu, yang hidupnya masih dengan ritme yang datar, begitu-begitu saja, tingkatkan irama hidupmu. Begitu juga denganku, yang juga masih dengan ritme kehidupan linear, akupun akan berusaha untuk meningkatkannya.

 

Mencoba tantangan-tantangan baru? Siapa takut? Atau masih ingin hidup dengan flat-flat aja, dengan kesendirian dan membosankan?

Maka coba pahami kata-kata ini yang tentu tak asing di telinga kita semua bahwa hidup adalah petualangan yang boleh dilalui oleh siapa saja dan kapanpun ia mau. Meraih impian. Merasakan berbagai hal di bumi ini, tentang angin, bintang dan banyak hal yang menimbulkan sensasi rasa tak terhingga….

I want to live my life to the absolute fullest

To open my eyes to be all I can be

To travel roads not taken, to meet faces unknown

To feel the wind, to touch the stars

I promise to discover myself

To stand tall with greatness

To chase down and catch every dream

LIFE IS AN ADVENTURE

 

 

By Fasya Hadaina Maharani Posted in Islami

Belajarlah dari Hidrokarbon, Konsep Kehidupan Sederhana

Entah kenapa tiba-tiba saya ingin menulis ini. Ketika berpikir tentang masa-masa saya berpikir tentang pelajaran kimia dulu.

Dulu ketika saya SMA saya sangat menyukai pelajaran kimia. Begitu antusias menyimak setiap detil pelajaran ini. Tapi terkadang saya juga heran “Memang apa gunanya kita belajar ini? Memang jika nanti di pabrik akan seribet ini ya?” Ya. itu pertanyaan saya dulu, ketika di SMA. Setelah sekian lama, saya akhirnya belajar banyak hal, juga  bahwa  Allah takkan menciptakan sesuatu dengan sia-sia tanpa makna dan tanpa ada gunanya.

Seperti dalam firman Allah ini:

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka. (QS Ali ‘Imran (3) : 191)

Saya menuls ini bukan karena saya seorang anak sains, begitu menyukai pelajaran kimia atau saya sebagai seorang anak farmasi yang selalu belajar kimia organik dsb. Tapi, saya rasa dulu kalian juga pernah mempelajarinya di kelas X SMA dulu tentag “Hidrokarbon.”

Tapi sebenarnya tulisan tentang hidrokarbon ini mungkin hanya sebuah perantara ilustrasi tentang kehidupan ini. Saya tidak akan menjelaskannya secara mendetail dengan bahasa kimia tingkat tinggi yang sulit dipahami.

OK. Kita mulai saja.

Hidrokarbon. Layaknya seperti namanaya pasti tersusun dari atom Hidrogen dan atom Karbon. Pertama tentang atom karbon. Ia adalah atom yang punya keunikan tersendiri.

Apa sich keunikannya?

Atom karbon ini memiliki 4 elektron valensi. Dari sini berarti atom karbon memiliki 4 tangan yang akan berikatan dengan atom hidrogen atau atom lain membentuk ikatan kovalen. Jika ia memiliki 4 tangan berarti ia akan berikatan dengan 4 atom hidrogen lain, atau dengan 3 atom hidrogen dan yang lainnya adalah atom lain atau dengan kombinasi lain tapi tetap dengan tangannya yang hanya 4.

Gambar

Coba. Lihat atom karbon,  walaupun ia hanya memiliki 4 tangan ia  akan tetap selalu dan selalmanya akan berikatan dengan 4 atom hidrogen atau atom lain asal kombinasinya 4. Ia takkan pernah mengingkarinya, berselingkuh tangan atau serakah meminjam tangan atom lain untuk membentuk ikatan dengan atom lain.

Lalu apa kaitannya dengan kehidupan?

Tentu saja ada. Lihatlah manusia. Manusia hampir sama dengan atom karbon. Memiliki 4 tangan (walau yang 2 adalah kaki, tapi toh punya fungsi yang hampir sama). Dalam kehidupan sehari-hari yang sering kita lihat adalah masih banyak orang, bahkan elite pejabat di sana yang mengambil hak orang lain. Serakah. Tamak. Rakus. Korupsi tanpa peduli bahwa ribuan nasib rakyatnya ada di tangannya, menggantungkan harapannya menunggu perubahan negeri ini.

Mungkin seharusnya kita malu jika melihat atom karbon ini. Atom saja bisa mengaplikasikan tentang rasa syukur dengan tangannya yang hanya 4. Tak pernah berselingkuh tangan, mengambil apa yang bukan haknya. Seharusnya kita belajar dari atom ini. Mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT. Tak ada salahnya kan kita belajar dari sebuah atom?

Lalu masih ingatkah kalian tentang ikatan hidrokarbon?

Ikatan hidrokarbon akan membentuk rantai. Keluarga hidrokarbon adalah keluarga alk (Alkana, Alkena dan alkuna). Alkana adalah ikatan jenuh tanpa ikatan rangkap. Sedang Alkena dan alkuna adalah ikatan tak jenuh yang masing-masing memiliki ikatan rangkap 2 dan 3. Masing-masing dari alk akan dapat membentuk rantai panjang yang lurus maupun bercabang.

Keluarga Alk (Alkana, Alkena dan Alkuna) dengan rantai lurus yang panjang akan membutuhkan suhu yang tinggi untuk melepaskan ikatan-ikatan yang terjadi di antaranya dan sebaliknya dengan rantai pendek.

Bayangkan ikatan hidrokarbon itu adalah tangan-tangan kita yang saling bergandengan, bercengkrama, berjalan bersama menikmati kehidupan. Ikatan hidrokarbon itu layaknya ikatan silaturahmi, ikatan ukhuwah yang terjalin menghiasi kehidupan ini.  Jika ikatan itu semakin panjang, semakin kuat maka ikatan itu akan sulit terputuskan oleh rintangan yang mengahantam.

Ya. Begitulah seharusnya kita memahami kehidupan ini. Dengan menyadari bahwa kita ini sejatinya adalah manusia yang selalu hidup berdampingan, makhluk sosial. Bercanda, bercengkrama, berinteraksi dan berjalan berdampingan. Bukan bermusuhan memutus jalinan persaudaraan dan berjalan sendiri-sendiri.

Jika sendiri itu indah, namun pasti lebih indah jika kita bersama, berjama’ah membangun kehidupan yang akan jauh lebih indah.

Jika atom saja bisa begitu kuat membentuk ikatan hidrokarbon yang sulit terputuskan, kenapa kita manusia tidak bisa.

 GambarGambar

Ketika kita belajar sesuatu akan jauh lebih indah jika kita memahaminya, dan coba lebih memahaminya lagi dengan mengaitkannya dengan kehidupan, maka kau akan tahu maknanya.

Secuil Catatan

Mungkin ada kalanya kita tak harus selalu memikirkan tentang persamaan dan perbedaan..

Takkan ada gunanya jika kita hanya memikirkan tentang persamaan..

Karena takkan pernah ada yang sama, hanya mirip, tapi tak pernah menjadi sama…
Semuanya tercipta dan terjadi dengan begitu unik..

Jangan selalu mengomentari tentang perbedaan yang ada,

karena perbedaan dibuat untuk menjadi sesuatu yang indah..,

Jangan selalu merasa benar, karena kita bukanlah seorang makhluk yang selalu benar..

Namun juga jangan selalu menyalahkan diri sendiri untuk sebuah kesalahan dan mengurung diri untuk kesalahan itu,

karena tak semua kesalahan adalah karena dirimu seseorang,

Hal bijaknya adalah apa yang telah kau lakukan dan kau berikan,

apakah kau telah memberikan dan melaksanakan yang terbaik dan bermanfaat?

Ataukah kau hanya berdiam dan tak melakukan sesuatu apapun?

Jawabanya adalah pada dirimu sendiri,

hanya dirimu yang tahu,

hmmm…

Hidup itu pilihan…

Perubahan adalah sebuah keniscayaan yang mutlak akan terjadi pada diri seseorang,

Pilihanya adalah perubahan seperti apa yang kan kau pilih dalam hidupmu….